Published May 30th, 2006
in Gaya Hidup.
Salah mengambil keputusan sering kali menjadi momok yang mengerikan bagi setiap orang karena bisa mengakibatkan seseorang atau pekerjaannya berhenti dan tidak maju. Hal ini seringkali menjadi ketakutan setiap kita.
Salah satu solusi menyebutkan, daripada mengambil sedikit keputusan besar, lebih baik mengambil banyak keputusan-keputusan kecil, yaitu keputusan yang cukup kecil yang memiliki efektifitas kecil dan sementara. Lho? Bukankah lebih baik untuk mendapatkan efektifitas yang besar dan bertahan lama? Menurut saya, mengambil keputusan kecil memang efektifitasnya kecil dan sementara, namun disisi yang lain juga hanya memerlukan usaha dan biaya yang tidak besar.
Keputusan yang besar memerlukan usaha dan biaya yang besar juga. Jika nantinya Anda dapati bahwa keputusan besar yang Anda ambil terbukti salah, kemungkinan Anda merubahnya kecil, mengingat besarnya usaha dan biaya yang telah diinvestasikan kedalamnya. Misal, jika Anda memutuskan untuk membuka suatu toko pakaian yang besar menggunakan lebih dari 50% modal Anda, tapi pada suatu waktu Anda sadar bahwa toko pakaian seperti itu kurang diminati pasar, maka kemungkinan Anda menutup toko tersebut dan berbelok arah ke bisnis lainnya juga semakin kecil mengingat besarnya kerugian apabila toko tersebut ditutup. Jelas, terlalu besar berinvestasi dalam satu keputusan besar sangat berbahaya.
Jadi cobalah untuk membagi-bagi keputusan yang besar menjadi banyak keputusan-keputusan kecil. Jika Anda salah mengambil keputusan besar, Anda akan hidup bersama kesalahan itu dalam waktu yang lama, namun jika Anda salah mengambil keputusan kecil, yah besok sudah bisa Anda perbaiki kesalahan tersebut.
Published May 28th, 2006
in Religious.
Beberapa minggu yang lalu saya mendapatkan suatu ilustrasi tentang hamba (budak) dari Ps. Benny Koesno. Ilustrasi itu bercerita sebagai berikut:
Ada negara dimana masih ada yang namanya jual beli budak. Suatu ketika di suatu pasar budak di negara itu, sedang dilakukan pelelangan berbagai budak. Ada seorang saudagar yang melihat-lihat budak-budak yang dipamerkan sampai dia melihat ada seorang budak laki-laki muda yang masih hijau dan saudagar itu berniat membelinya. Tetapi ada orang lain yang mau membelinya juga. Tapi setelah menawar dengan harga dua kali dari nilai budak tersebut, akhirnya saudagar tersebut berhasil mendapatkannya. Uniknya, setelah membeli budak itu, saudagar tersebut langsung mengajak budak itu untuk membeli surat pembebasan budak (surat pertanda budak tidak lagi menjadi budak) yang mahal sekali harganya, lalu memberikannya kepada budak tersebut sambil berkata, “Nak, mulai sekarang kamu bebas, kamu tidak lagi menjadi budak, dan lakukan yang kamu inginkan.” Budak itu menangis terharu melihat saudagar itu sudah membelinya dengan harga yang lebih mahal dari seharusnya, lalu membelikan untuknya surat pembebasan budak, lalu melepasnya begitu saja. Lalu budak itu berkata, “Tuan, aku akan mengikuti Anda seumur hidup saya.”
Jika kita perhatikan ilustrasi diatas, saudagar tersebut seperti Yesus yang sudah menebus kita dari dosa dan telah memberikan kebebasan kepada kita. Sekarang tinggal keputusan kita, apakah kita akan pergi meninggalkan Yesus yang telah membebaskan kita atau kita mengikut Dia seumur hidup kita. Karena kita sudah diberikan kebebasan untuk mengikut Yesus atau tidak. Well… kalau saya yang diberi pilihan ini, saya pasti pilih ikut Yesus. Bagaimana dengan Anda?
Published May 26th, 2006
in Religious.
Percayakah Anda bahwa kita semua bertobat dan mengikut Tuhan karena Tuhan sendirilah yang memanggil kita dan bukan karena usaha dari manusia sendiri? Ya itu benar. Hanya Tuhan sendirilah yang telah menebus kita dari dosa dengan darahNya. Lalu ingatkah Anda, Yesus memanggil 12 orang untuk menjadi muridNya? Hal itu juga sama terjadi pada kita yang telah dipanggil Tuhan, karena kita dipanggil bukan sekedar untuk ditebus dari dosa, tetapi kita dipanggil untuk menjadi muridNya.
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus
Matius 28:19 ITB
Published May 24th, 2006
in Religious.
Bicara tentang hal ini, saya teringat kembali waktu masa-masa saya masih berada dalam sekolah minggu. Waktu itu sering sekali saya menyanyikan lagu-lagu sekolah minggu seperti ini:
Aku anak Raja
Engkau anak Raja
Kita semua anak Raja
…. bla bla bla…
Sejak masa sekolah minggu selalu ditanamkan pada saya, bahwa saya adalah anak Raja. Waktu itu saya bingung, tidak mengerti, yah… maklum masih kecil. Setelah saya lahir baru, barulah saya mengerti ternyata Tuhan itu adalah Raja yang berkuasa atas segalanya, dan Ia memperlakukan kita sebagai anakNya. Wow, benarkah seperti itu?
Tuhan Yesus pernah memberikan perumpamaan tentang anak yang hilang (Lukas 15:11-32 ITB) yang menceritakan bahwa Tuhan itu seperti layaknya seorang bapa yang menyambut kembalinya anaknya yang telah hilang. Ternyata memang benar ya, Tuhan kita tidak hanya menganggap kita sebagai umatNya, tetapi Ia juga menganggap kita sebagai anakNya.
Published May 22nd, 2006
in Religious.
Ya benar sekali, kita adalah umat Tuhan. Kita adalah orang-orang yang melayani dan menyembah Dia, karena Dia adalah Tuhan bagi kita. Ini adalah kebenaran bagi setiap kita. Tuhanlah yang telah menciptakan kita, membentuk kita, menjagai kita, memberkati kita dan mengijinkan setiap kita hidup sampai sekarang ini maka harusnya sangatlah wajar bila kita menjadi umat-Nya.
Tapi ada beberapa orang memutarbalikkan fakta bahwa kita ini umat Tuhan. Mereka mengganggap Tuhan sebagai alat pendukung aktivitas mereka. Lho? Kok bisa? Contohnya apa? Misal seseorang dalam kesulitan, dia berseru minta tolong dan minta berkat kepada Tuhan, tapi setelah dia melewati kesulitannya, dia melupakan Tuhan. Hei… tidak tahukah Anda bahwa Dia merupakan Tuhan bagi setiap kita. Perhatikan kata “Tuhan”. Siapa kita berani-beraninya memperalat Tuhan. Jangan sampai kita melupakan Tuhan. Tuhan mau membawa kita keluar dari kesulitan dan mau memberkati kita karena Tuhan itu baik. Jangan menyalahgunakan kebaikan-Nya, tapi sebaliknya setiap kita tahu bahwa kita adalah umat Tuhan dan bukan sebaliknya.
Comments
SondraLee, Andi Yuliarto, Adi, Jiewa
yanti jully, sevian,., danu, benny wijaya, Paul, nurjaini, amierjalu, dara, ruth, killerjo.net [...]
anita, ardianz, amir, ekky
Charlotte29, aLe, Ria
afzah, DELTA, Kirra, loanzo, Pratiwi, enrico venturina, enrico venturina, fiah, RAD, prima [...]
ronald, Andi Yuliarto, Elny, Andi Yuliarto, Diane, Andi Yuliarto, JiE