Archive for May 12th, 2006

Memandang ke Bawah

Seorang anak bernama Sandy memandangi ibunya sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi Sandy berkata kepada ibunya, “yang aku lihat dari bawah adalah benang ruwet”. Ibunya tersenyum, memandangi Sandy lalu berkata dengan lembut, “Anakku, lanjutkan permainanmu sementara itu ibu menyelesaikan sulaman ini. Nanti setelah selesai engkau akan ibu panggil dan kupangku. Dan kamu bisa melihat sulaman ibu dari atas. Sandy heran, mengapa ibu mengenakan benang hitam dan benang putih yang begitu tidak tertata rapi menurut pandangannya dari bawah. Beberapa saat kemudian Sandy mendengar suara ibunya memanggil, “Sandy, mari sini dan duduklah dipangkuan ibu”. Waktu Sandy duduk dipangkuan ibu, Sandy heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit. Sungguh indah sekali. Sandy hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang Sandy lihat hanyalah benang-benang yang ruwet. Tak lama kemudian ibunya berkata, “Anakku dari bawah memang nampak ruwet dan kacau. Tetapi engkau tidak menyadari bahwa diatas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, yaitu sebuah pola. Ibu hanya mengikutinya. Sekarang dengan melihat dari atas, engkau dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan”, kata ibunya sambil memandang Sandy.

Kita seringkali melihat ke atas dan bertanya kepada Allah, tentang apa yang menjadi pergumulan hidup kita. Dan semuanya itu membuat kita menjadi seseorang yang tidak percaya dan jauh dari Tuhan seperti dalam Yeremia 29:11 ITB yang mengatakan tentang rancangan Allah yang indah dalam kehidupan kita. Jadi apakah kita mau dibentuk Tuhan supaya Dia bisa mewujudkan rencananya dalam kehidupan kita.


Subscribe to this blog



Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Calendar

May 2006
S M T W T F S
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Badges


Add to Technorati Favorites Firefox 2
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Display Pagerank
Peaceful Indonesia 10 Tahun Tragedi Mei 1998