Dua hari terakhir ini, saya mengikuti retret bersama keluarga jemaat MSI Surabaya yang diadakan di Trawas. Disana, seorang pastor yang bernama Joshua Jacob, dari Australia datang untuk berbicara pada dua buah sesi retret. Nah pada salah satu sesi disana, saya merasa diingatkan bahwa kita tidak bisa hidup tanpa kemurahan Tuhan (God’s favor).
Well, memang benar sekali, jika tidak ada kemurahan Tuhan, saya yakin sekali saya sudah tidak lagi berada disini. Mungkin saya sudah hancur karena ada banyak hal yang berusaha menghancurkan aspek-aspek kehidupan saya, semuanya seakan-akan tidak berpihak kepada saya. Yah saya yakin, hanya karena kemurahan-Nya saja dalam kehidupan sehari-hari saya, saya bisa bertahan dan menikmati hidup ini
Benar lho, kemurahan Tuhan itu tidak hanya datang pada saat kita datang beribadah, tapi bisa dinikmati setiap hari dan menjadi gaya hidup kita. Nah… sekarang ini, saya sedang belajar dan belajar untuk setiap hari mengharapkan kemurahan dan perkenanan-Nya untuk apa yang saya kerjakan setiap hari. Well saya percaya, saat saya menerima kemurahan Tuhan setiap hari maka setiap hari dalam kehidupan saya bukan lagi menjadi hari yang membosankan dan menakutkan, tapi hari-hari itu akan jadi hari yang menyenangkan.
Dan jika Anda bertanya, mengapa saya meletakkan artikel ini pada kategori Gaya Hidup dan bukan pada kategori Religious, jawabnya adalah saya benar-benar ingin kemurahan Tuhan setiap hari hadir sebagai gaya hidup saya, dan karena saya yakin bahwa kemurahan Tuhan sebagai gaya hidup bukanlah suatu hal yang terlalu religious, tapi lebih merupakan gaya hidup seseorang.






Aku jadi ingat yohanes 15:5″ …sebab diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa”