Beberapa minggu yang lalu saya mendapatkan suatu ilustrasi tentang hamba (budak) dari Ps. Benny Koesno. Ilustrasi itu bercerita sebagai berikut:
Ada negara dimana masih ada yang namanya jual beli budak. Suatu ketika di suatu pasar budak di negara itu, sedang dilakukan pelelangan berbagai budak. Ada seorang saudagar yang melihat-lihat budak-budak yang dipamerkan sampai dia melihat ada seorang budak laki-laki muda yang masih hijau dan saudagar itu berniat membelinya. Tetapi ada orang lain yang mau membelinya juga. Tapi setelah menawar dengan harga dua kali dari nilai budak tersebut, akhirnya saudagar tersebut berhasil mendapatkannya. Uniknya, setelah membeli budak itu, saudagar tersebut langsung mengajak budak itu untuk membeli surat pembebasan budak (surat pertanda budak tidak lagi menjadi budak) yang mahal sekali harganya, lalu memberikannya kepada budak tersebut sambil berkata, “Nak, mulai sekarang kamu bebas, kamu tidak lagi menjadi budak, dan lakukan yang kamu inginkan.” Budak itu menangis terharu melihat saudagar itu sudah membelinya dengan harga yang lebih mahal dari seharusnya, lalu membelikan untuknya surat pembebasan budak, lalu melepasnya begitu saja. Lalu budak itu berkata, “Tuan, aku akan mengikuti Anda seumur hidup saya.”
Jika kita perhatikan ilustrasi diatas, saudagar tersebut seperti Yesus yang sudah menebus kita dari dosa dan telah memberikan kebebasan kepada kita. Sekarang tinggal keputusan kita, apakah kita akan pergi meninggalkan Yesus yang telah membebaskan kita atau kita mengikut Dia seumur hidup kita. Karena kita sudah diberikan kebebasan untuk mengikut Yesus atau tidak. Well… kalau saya yang diberi pilihan ini, saya pasti pilih ikut Yesus. Bagaimana dengan Anda?






saya juga ikut donk….
ada master seperti Dia, no worries lahhh….
jadi hamba jangan menjatuhkan hamba-hamba yang lain kasihan,mereka juga manusia…