Hari ini genap dua bulan sudah saya memulai menetapkan penulisan artikel blog setiap dua hari sekali. Selama dua bulan ini saya berusaha menulis dua hari sekali dan…. hebohnya ternyata saya bisa. Tidak ada kelewatan satu kalipun. Saya sendiri juga sudah mulai terbiasa menulis dua hari sekali. Saya juga sudah semakin terbiasa menulis dengan cepat. Dulu, saya membutuhkan waktu yang lama untuk menulis sebuah artikel. Sekarang jadi relatif cepat, dan sudah tidak lagi banyak menyita waktu saya. Memang jika sudah terbiasa melakukan sesuatu, badan ini menjadi mudah melakukannya ;). Jadi jika evaluasi dari saya sendiri, saya sudah cocok dengan frekwensi post dua hari sekali ini. Tetapi saya juga mau minta pendapat para pembaca blog Perjalanan Kehidupan ini. Apakah ada masukan dan pendapat selama saya mengirim artikel dua hari sekali selama ini? Jika ada, saya menerima semua masukan Anda sekalian. Terima kasih ya ![]()
Archive for June, 2006
Beberapa hari terakhir ini saya menyadari ada yang unik dalam blog Perjalanan Kehidupan ini. Fitur kalender pada sidebar membentuk pola seperti papan catur. Hal ini disebabkan karena saya menulis artikel setiap dua hari sekali. Sebelumnya saya tidak pernah menyangkan bahwa fitur kalender akan nampak seperti papan catur. Tapi kenyataannya memang begini. Dibawah ini saya tampilkan gambar kalender blog ini untuk bulan Mei dan Juni 2006 yang saya ambil tanggal 25 Juni lalu.

Benar sekali untuk orang yang suka membaca. Dan menurut saya sendiri, saya cukup suka membaca. Dengan membaca saya bisa mendapatkan pengetahuan dan informasi-informasi yang belum pernah saya tahu sebelumnya. Termasuk saya bisa mengenal penulis melalui tulisannya.
Ada beberapa tipe bacaan yang sering saya baca. Mulai dari koran yang saya baca tiap pagi. Lalu majalah yang saya baca sekali waktu. Ada juga buku-buku bacaan mulai dari komik, novel, seri pengetahuan, humor, dan buku lainnya. Dan juga yang termasuk paling sering saya baca adalah blog. Cukup banyak ya hahaha… tapi sampai saat ini yang rutin saya baca masih koran dan blog saja. Yang lain baru saya baca jika ada yang mempromosikannya kepada saya atau saya tertarik saat melihatnya.
Berikut ini beberapa hal asyik yang saya temui saat membaca:
1. Saat membaca koran, saya bisa tahu informasi aktual yang sedang terjadi di dunia. Meliputi berita politik, ekonomi, teknologi, berita lucu, humor, serta gosip (oh my gosh!!, ternyata andi juga baca gosip hahahaha).
2. Saat membaca novel, saya bisa tenggelam dalam alur cerita yang disajikan penulis. Seringkali saya ikut merasa senang ataupun ikut sedih saat penulis membawa ceritanya dengan emosional.
3. Saat membaca komik, saya bisa dapat humor segar. Bahkan, saya bisa tertawa sendirian saat membaca komik, seringkali sampai perut sakit hehe. (tak percaya? tanya saja pada orang yang pernah lihat saya tertawa sendiri saat baca komik)
4. Saat baca buku pengetahuan saya bisa dapat ilmu dan cara pandang baru yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya.
5. Saat baca blog, saya bisa dapat banyak hal. Saya bisa dapat informasi terbaru, humor, puisi bagus, pengetahuan, bahan refleksi diri, atau hanya sekedar basa-basi yang pasti semuanya itu mencerminkan sisi kehidupan penulisnya. Tapi memang benar dari blog saya bisa dapat berbagai macam hal menarik.
Jadi… saya mau dorong Anda untuk membaca karena membaca itu asyik buat semua orang lho, bukan cuma bagi yang suka membaca. Masih tidak percaya? Coba aja sendiri ![]()
“To be a successful businessperson, you’ve got to have total passion for what you do. You have to think about it not just a couple hours a day, but all the time. It can get very boring for some people, but you’ve got to have this kind of focus.”
Charles Schwab, CEO of Charles Schwab Corporation as quoted on SmartMoney.com (June 13, 2006)
“Untuk menjadi pebisnis sukses, Anda harus memiliki rasa cinta untuk apa yang Anda lakukan. Anda harus memikirkannya bukan hanya dua jam sehari, tapi sepanjang waktu. Ini bisa menimbulkan kebosanan pada beberapa orang, tapi Anda harus punya fokus yang seperti itu.”
Charles Schwab, CEO dari Charles Schwab Corporation seperti dikutib dari SmartMoney.com (13 Juni 2006)
Pada artikel yang sebelumnya -”Indonesia oh Indonesia“- saya menulis tentang keadaan Indonesia. Kali ini saya terinspirasi untuk menulis tentang disiplin yang bisa membawa kita menjadi lebih baik. Mengapa disiplin? Saya melihat saat ini, Indonesia menghadapi masalah disiplin yang cukup serius. Yang paling sering saya lihat itu adalah pemain bola dan penontonnya. Jika tim jagoannya kalah, pendukung tim seringkali berbuat anarkis dengan melakukan perusakan. Lalu penggunaan fasilitas-fasilitas umum, seringkali saya melihat coretan disana-sini. Bahkan dinding jembatan di jalan raya pun tidak luput dari kaligrafi liar dengan cat semprot. Bukankah ini merusak kepentingan umum. Lebih khusus lagi, banyak dari antara kita yang tidak sadar pentingnya buang sampah di tempat sampah. Banyak yang buang sampah di jalan-jalan, meninggalkannya di kursi bioskop, atau membuangnya di sungai. Yah… banyak lagi hal yang menunjukkan tidak adanya disiplin bangsa ini.
Tapi, disiplin itu apa sih dan bagaimana bisa disiplin membuat kita jadi lebih baik? Disiplin itu merupakan suatu latihan yang bertujuan untuk membentuk karakter atau perilaku yang spesifik, khususnya untuk membentuk moral atau mental pada arah tertentu. Disiplin juga berarti hukuman karena tidak taat pada aturan atau perintah. Lho?? Kalau begitu bagaimana disiplin bisa membawa kita menjadi lebih baik? Perhatikan kata latihan dan hukuman, itu adalah hal-hal yang ada dalam disiplin dengan tujuan mencapai hal tertentu. Dengan latihan, setiap kita akan jadi terbiasa terhadap hal baru yang kita latih. Lalu hukuman digunakan untuk memberikan pengetahuan bagi tubuh kita, bahwa tidak taat itu salah, sehingga bisa mempercepat proses latihannya.
Manfaat disiplin jelas sekali. Bayangkan kota-kota kita bersih dari sampah. Kita tidak takut lagi keluar rumah waktu ada pertandingan bola. Pandangan kita tidak lagi terganggu dengan kaligrafi liar. Juga kota kita tidak lagi mengalami banjir karena saluran air bebas dari sampah. Masih banyak lagi lho. Itu manfaat untuk umum. Sedangkan manfaat individunya, kita bisa memperoleh efisiensi kerja yang lebih baik, produktifitas meningkat, dan kalau produktifitas meningkat artinya pendapatan kita meningkat. Hidup juga jadi lebih teratur, karena teratur, kita juga jadi lebih sehat. Menarik sekali kan, salah satu solusi membuat Indonesia menjadi lebih baik. ![]()







Comments
Aziz, Irfan Colus, Melda, IZA, veri, jack_dHien, jack_dHien, dindin, dindin, haf1zh [...]
ally_a, Andi Yuliarto, pudakonline, LieZMaya
ally_a, ally_a, theo, ria, Anthony Harman, Andi Yuliarto, Philips Kokoh Prasetyo, Jiewa
loanzo, Pratiwi, enrico venturina, enrico venturina, fiah, RAD, prima, Ali, egiyantina, Andi Yuliarto [...]
Sonny Sitanggang, Andi Yuliarto, SONNY SITANGGANG
Hok, Andi Yuliarto, gaabw