Setiap orang memiliki setidaknya dua lapisan pikiran. Kedua lapisan pikiran tersebut adalah pikiran sadar (conscious mind) dan pikiran bawah sadar (sub-conscious mind). Kedua lapisan pikiran inilah yang mengatur kerja setiap organ tubuh kita. Termasuk juga ingatan kita, logika, dan cara pikir kita. Tapi apa perbedaan antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar? Mari kita bahas lebih lanjut.
Baik pikiran sadar maupun pikiran bawah sadar memiliki kemampuan menyimpan pengalaman dan ingatan kita, perbedaannya adalah pikiran sadar memiliki ukuran penyimpanan yang lebih kecil daripada pikiran bawah sadar. Kelebihannya pikiran sadar bisa diakses secara langsung sebagai ingatan, sedangkan pikiran bawah sadar biasanya hanya bisa muncul sebagai intuisi dan perasaan karena memang pikiran ini bekerja dibawah tingkat kesadaran kita.
Karena kedua pikiran ini berbeda pada kesadaran cara kerjanya, pola penyimpanan input yang masuk ke pikiran kita pun berbeda. Input yang masuk ke pikiran memang disimpan ke dalam kedua lapisan pikiran. Hanya pikiran sadar yang memiliki filter yang menyaring input yang akan disimpan dengan logika dan pengalaman-pengalaman masa lalu kita. Sedangkan pikiran bawah sadar biasanya langsung menyimpan semua input yang diberikan tanpa melalui filter yang ada. Akibatnya seringkali kita memiliki perasaan “aneh” karena informasi yang kita dapat dari kedua lapisan pikiran kita tidak sinkron.
Nah jika pikiran bawah sadar tidak memiliki filter, bagaimana kita menjaga pikiran bawah sadar kita agar tidak terkontaminasi oleh pikiran-pikiran yang negatif? Caranya kita harus perhatikan input yang masuk kedalam pikiran kita. Misalnya jika ada seseorang mengatakan bahwa Anda itu bodoh. Secara sadar kita bisa melogika input tersebut dan tidak menerimanya dalam pikiran sadar kita. Namun karena sifat pikiran bawah sadar kita yang menerima semua input maka akan tersimpan juga informasi bahwa Anda bodoh. Informasi bahwa Anda bodoh ini merupakan pikiran negatif yang bisa menghancurkan Anda. Bagaimana menanggulanginya? Sesaat setelah menerima input bahwa Anda bodoh, katakan pada diri Anda sendiri bahwa Anda tidak bodoh, namun Anda cerdas. Mengapa berbicara pada diri sendiri? karena sifat pikiran bawah sadar yang menyimpan semua input, kita merangsang pikiran bawah sadar dengan input dari perkataan kita sendiri. Perhatikan bagian pertama yang mengatakan bahwa “Anda tidak bodoh”. Perkataan ini akan menghapus atau memudarkan ingatan yang sebelumnya yang mengatakan bahwa Anda bodoh. Lalu bagian kedua yang mengatakan bahwa “Anda cerdas”. Perkataan ini memberikan input yang baru yang bisa menanamkan rasa percaya diri yang membangun dalam diri Anda. Begitulah caranya menjaga pikiran bawah sadar kita.






yup, so that is why kita musti hati-hati dengan input yang kt berikan untuk pikiran kita dengan menyeleksi apa yang kt dengar, yang kita lihat dan yang kita baca. ya kalau misalnya ada juga yang tidak kita harapkan untuk masuk, ya jangan diterima, seperti contoh yang andi kasih, kalau ada yang bilang kita bodoh, jangan diterima dengan mengatakan kembali bahwa kita tidak bodoh. toh tanpa persetujuan dari kita itu tidak akan berarti apa-apa bagi kita.
trus, dengan mengetahui tentang pikiran berlapis ini, bagaimana kalau kita sering-sering mengatakan hal-hal yang positif tentang diri kita? kan bagus tuh untuk memulihkan gambar diri
Tul, aku setuju sekali dengan analisisnya Andy! Tambahan pendapatku, kalau pikiran sadar daya serapnya lebih cepat, tapi lupanya juga lebih cepat, dan sebaliknya dengan pikiran bawah sadar.
Jadi para siswa dan mhs yg belajar pakai cara SKS, gak salah kalo seminggu lagi ditanya ternyata dah lupa.
Trus kalo guru dosen mengajarnya cuma mengucapkan kalimat pentingnya sekali dua kali aja, gak ada penjelasan, gak ada praktek, ditambah lagi murid lagi bosen, pantesan aja pikiran sadar susah nyerapnya, apalagi yg bawah sadar, nah lo. (contoh mekso :P)
yach aku tahu itu and pernah dengar ttg pikiiran yang sadar dan pikiran yang gak sadar…
btw, kata nya mumpung sekarang ilmu hipnosis lagi ngetrend, ternyata pikiran non sadar itu bisa di tampilkan ato bisa di load kembali dengan cara hipnotis…pertama kali di sebut Psyco Analysis by Sigmon Freud…..jadi katanya konseling dengan cara beigu bagus, sehingga menemukan titik permasalahannya…aku sih gak setuju konseling tipe begitu…
To Fanny:
Iya, dengan sering-sering memperkatakan hal yang positif tentang diri kita sendiri memang bisa membentuk gambar diri yang benar. Bisa membuat seseorang yang dulunya minder jadi percaya diri, yang dulunya penakut jadi berani, dan sebagainya. Pokoknya jadi lebih baek deh.
To Adi:
Wah kalo menurut aku pikiran sadar dan pikiran bawah sadar kok bukan seperti yang kamu maksud dengan short-term memory (mampu mengingat sebentar) dan long-term memory (mampu mengingat lama) yah. Alasannya kita pasti masih bisa mengingat suatu hal yang terjadi jauh saat kita masih kecil, misalnya saya masih ingat saat saya masih TK saya pernah ikut lomba gambar, selain itu saya juga masih ingat dengan jelas nama-nama guru saya waktu saya masih SD. Yang saya maksud dengan pikiran sadar adalah pikiran yang bisa kita akses dengan kesadaran kita, sedangkan pikiran bawah sadar itu pikiran yang tidak bisa kita akses semau kita, karena kontrolnya ada dibawah alam sadar. CMIIW…
To Lisun:
Yah saya juga tidak setuju kok menggunakan Psyco Analysis untuk konseling. Mungkin Pysco Analysis lebih cocok untuk menemukan sesuatu yang tidak bisa diingat, atau bahkan disembunyikan misal dalah penyidikan suatu perkara. Namun menurut saya untuk konseling yang terpenting bukan hanya menemukan penyebab permasalahannya, namun cara dan motivasi untuk memperbaikinya.
Bagaimana sih cara mengelola pikiran bawah sadar itu? Konon dengan cara meditasi bisa ya ..? Tapi meditasi seperti apa? Kan sekarang ini banyak sekali cara meditasi yang ditawarkan oleh orang-orang yang benar-benar ahli meditasi dan bahkan yang hanya sekedar berani tampil saja.
Bisa nggak Mas Andi, kita explore pikiran bawah sadar kita sampai usia bayi kita, syukur-syukur sejak di kandungan ibu kita, lah kalau bisa kita kan bisa tahu arah tujuan hidup kita sebenarnya, … atau bahkan kita bisa mati dadakan .. kaget kalau kita sebenarnya sudah nyimpang jauh .. jauh sekali.
Wassalam ..
Salam kenal Mas Dhimar,
Setahu saya, pikiran bawah sadar itu, sesuai namanya bawah sadar, tidak bisa dikendalikan oleh kesadaran kita. Tentang meditasi, menurut saya itu juga tidak bisa mengakses pikiran bawah sadar manusia. Secara umum, meditasi menawarkan ketenangan untuk bisa lebih produktif dan lebih baik, tetapi saya rasa belum mampu untuk mengakses pikiran bawah sadar.
Mengenai explore pikiran bawah sadar sampai detail dari bayi sampai sekarang ini mungkin masih bisa dilakukan. Misalnya dengan cara hipnotis yang kabarnya bisa, tapi saya sendiri tidak mengetahui alasan dibalik mengapa hipnotis dikatakan mampu melakukannya. Tetapi sekalipun pikiran bawah sadar itu berhasil diungkap seluruhnya, saya tetap yakin tidak akan ditemukan informasi mengenai tujuan hidup, dan sebagainya mengenai masa depan kita, karena pikiran bawah sadar hanya menyimpan informasi yang sudah pernah kita terima. Jika pada masa lalu kita tidak pernah menentukan tujuan hidup, pasti tidak akan ditemukan dipikiran bawah sadar. Begitu sih menurut saya.