Multitasking merupakan salah satu alternatif mengefektifkan waktu kerja Anda dengan mengerjakan beberapa tugas (task) dalam satu waktu bersamaan. Cara ini dianggap cukup efektif dalam beberapa situasi. Namun sebuah artikel mengetengahkan hasil riset mengenai efek negatif dari multitasking. Artikel ini cukup membuat beberapa orang yang menerapkan metode multitasking dalam pekerjaan mereka tidak mempercayainya. Berikut ini saya berikan beberapa point mengenai mengapa multitasking dianggap memiliki efek negatif.
Multitasking mempengaruhi proses pembelajaran (learning systems) otak kita, dan sebagai akibatnya kita tidak bisa belajar apabila ada yang mengganggu. Psikolog UCLA melaporkan dalam edisi online “Proceeding of The National Academy of Sciences”.
“Multitasking secara global mempengaruhi proses pembelajaran. Saat kita belajar sambil multitasking, proses belajar menjadi kurang efektif dan lebih terspesialisasi. Kita tidak bisa menerima informasi dengan mudah. Survey menunjukkan bahwa kemampuan belajar sambil multitasking hanya bisa dilakukan oleh bagian otak yang berbeda”, pendapat dari Russel Poldrack, Professor of Psychology dari UCLA.
Yang terbaik yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kemampuan ingatan kita adalah memberikan perhatian kepada hal-hal yang ingin kita ingat. Russel Poldrack mengingatkan gangguan yang menyebabkan kita mengurangi perhatian kita pada hal yang ingin kita ingat atau pelajari dapat menyebabkan kita tidak bisa belajar sebaik saat kita memberikan perhatian penuh terhadap apa yang akan dipelajari.






Setuju. Multitasking memang seringkali justru menurunkan produktivitas kalau tidak tepat waktunya. Ini karena ada banyak tugas yang membutuhkan kebalikan dari multitasking yaitu fokus.
Menurut saya sih multitasking cuma cocok untuk tugas-tugas yang nggak butuh fokus, misalnya saja olahraga sambil mendengar talk show (podcast).
Iya. Memang benar, hal-hal yang tidak memerlukan konsentrasi atau fokus yang tinggi bisa dilakukan secara multitasking.