Ketaatan Instan

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah menuliskan artikel mengenai urutan struktur otoritas kita. Otoritas-otoritas ini adalah pemimpin-pemimpin bagi kehidupan kita. Bagian kita sebagai orang yang dipimpin adalah taat. Saat ini saya akan memfokuskan diri tentang ketaatan pada otoritas yang paling tinggi, yaitu Tuhan, tentang bagaimana seharusnya ketaatan yang kita punyai kepadaNya.

Kita percaya bahwa Tuhan adalah pribadi baik dalam posisiNya sebagai Allah dan Bapa kita. Dia jugalah yang membentuk hidup kita, menenun kita sejak dalam kandungan ibu kita. Walaupun saat ini setiap kita yang membaca artikel ini tidak lagi berada di dalam kandungan ibu kita, namun Tuhan tetap berkerja berkarya dalam hidup kita. Ia yang membentuk karakter kita, memberikan anugerahNya dan berkatNya yang melimpah. Ia juga yang merancangkan bagi kita, sebuah masa depan yang penuh harapan. Disinilah bagian kita untuk taat kepadaNya, karena taat kepadaNya membawa kita ke masa depan yang penuh harapan tersebut.

Namun, kita perlu tahu bahwa sebenarnya kita punya pilihan untuk taat ataupun tidak taat kepadaNya. Saat kita tidak taat kepadaNya, tentu saja kita menghadapi resiko delay atau penundaan akan rencanaNya dalam kehidupan kita, atau resiko yang lebih parah tidak pernah memasuki rencanaNya dalam hidup kita. Dari sini mungkin ada yang berpikir, “mengapa sih, Tuhan tidak memaksa kita untuk masuk dalam rencanaNya jika itu baik buat kita daripada menunggu kita taat untuk mengikutNya?”. Menurut saya, jawabannya adalah karena Tuhan adalah baik, Ia tidak memaksa kita, namun memberikan kita kebebasan sepenuhnya menentukan langkah hidup kita untuk berjalan sendiri atau menaati Dia.

Jadi jika begitu, lebih baik bagi setiap kita untuk taat sepenuhnya kepada Tuhan. Juga sangat baik untuk memiliki ketaatan yang instan kepadaNya, sehingga kita tidak akan mengalami delay keterlambatan dalam menerima berkatNya dan dalam memasuki rencanaNya. Tapi semuanya kembali pada setiap kita, apakah Anda mau memberikan diri Anda untuk taat kepadaNya atau tidak?

0 Responses to “Ketaatan Instan”


  1. No Comments

Leave a Reply




Subscribe to this blog



Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Calendar

September 2006
S M T W T F S
« Aug   Oct »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Badges


Add to Technorati Favorites Firefox 2
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Display Pagerank
Peaceful Indonesia 10 Tahun Tragedi Mei 1998