Beberapa waktu yang lalu saya pernah menuliskan tentang “Mimpi Dan Cita-Cita” yang mengisahkan bagaimana Ronaldinho bisa menggapai cita-citanya dengan bermimpi. Ternyata setelah mencoba sendiri sekian lama saya mendapati bahwa memang tidak semua hal yang saya ingin terjadi dapat dibayangkan dengan mudah.
Keinginan saya yang tidak mudah dibayangkan kebanyakan disebabkan karena 2 hal. Yang pertama adalah sebelumnya saya tidak pernah mencapai keinginan itu. Jadi saya tidak bisa membayangkan apa yang harus saya lakukan untuk mencapainya dan apa yang akan saya perbuat seandainya keinginan saya tersebut sudah jadi kenyataan. Lalu yang kedua adalah saya sendiri terkadang ragu-ragu, apakah saya mampu untuk mencapai mimpi-mimpi saya, karena saya merasa mimpi saya tinggi sekali.
Sekarang saya merasakan sendiri kalau bermimpi memang tidak selalu mudah. Namun, saya tahu tidak ada yang tidak mungkin terjadi. Jadi disini saya harus menentukan pilihan saya. Apakah saya akan tetap berpikir positif dan menaruh harapan bahwa mimpi-mimpi saya akan terjadi, atau, saya menyerah pada keadaan dan meninggalkan mimpi-mimpi saya? Saya tidak ingin kehilangan mimpi-mimpi. Saya ingin mencapainya. Meskipun membayangkan mimpi itu terjadi tidak mudah dan perjalanan mencapai mimpi juga tidak selalu mulus, namun saya mau tetap percaya dan berharap suatu saat mimpi itu terjadi.






0 Responses to “Ternyata Bermimpi Tidak Selalu Mudah”