Seringkali saya mendengar orang-orang berkata “Wah, kalau saya sudah terlambat untuk belajar. Otak saya sudah buntu tidak seperti pada masa muda dulu”. Biasanya perkataan ini dikatakan oleh orang-orang yang sudah bukan berstatus pelajar atau mahasiswa atau sejenisnya. Namun apakah pernyataan mereka ini benar?
Beberapa waktu lalu, saya menghadiri pertemuan PRIME Surabaya yang pernah saya tulis pada post beberapa waktu yang lalu. Pembicara yang didatangkan waktu itu adalah seorang pengusaha bernama Bapak M. Amid, dari Jakarta. Beliau saat ini sudah berusia 70 keatas. Beliau menceritakan perjalanan bisnisnya yang sempat sukses, jatuh, sukses lagi begitu selama beberapa kali namun dia tidak pernah menyerah.
Nah dalam ceritanya itu satu hal menarik yang saya dapatkan. Beliau menceritakan bahwa untuk terus berkecimpung dalam dunia bisnis, beliau tidak pernah berhenti belajar. Dia bercerita bahwa dia mulai belajar golf pada saat umur 50an untuk menjamu relasi bisnis yang suka main golf. Lalu beliau mulai belajar komputer dan internet pada umur 60an untuk mendapatkan informasi dan mengetahui data-data bisnisnya dengan lebih baik. Juga beliau belajar menggunakan handphone pada saat umur 60an. Bahkan beliau bilang, sampai sekarang bisa mengirim/menerima sms walaupun handphonenya kecil. Hebat bukan?
Lalu dari cerita itu saya berpikir bahwa sebenarnya sampai umur berapapun kita tidak pernah terlambat untuk belajar. Namun bagaimana dengan perkataan yang menyatakan bahwa sudah tidak bisa belajar lagi karena otak sudah buntu? Menurut saya sih, mereka sendirilah yang membatasi diri mereka sendiri untuk berhenti belajar lagi, sehingga mereka tidak pernah bisa. Jadi ,selama darah masih mengalir dalam pembuluh darah, kita masih bisa belajar. Walaupun umur sudah tua, tapi tidak pernah ada kata terlambat.






0 Responses to “Tak Pernah Terlambat Belajar”