Ah…

Pikiranku tak menentu
Anganku berlari kesana kemari
Dunia dengan segala permasahannya mendesakku
Ah.. kemana kudapat sembunyi dari semua ini

Aku mencoba dengan kekuatanku
Aku bertahan dengan kepandaianku
Namun aku gagal lagi
Ah… aku ingin berlari pergi

Tak kuat lagi aku berdiri
Tak tahan aku menghadapi semua ini
Tak tahu, tak bisa, tak sanggup, tak mampu
Ah… apa lagi yang bisa aku lakukan sendiri

Tanpa sadar ada tangan yang menjagaku
Saat ku tahu, Tuhanlah yang berdiri disisiku
“Jangan takut” kata-Nya padaku
“Aku menyertaimu”

Ya, memang Tuhan selalu menjaga kita. Lebih dari 300 kali ditulis di dalam alkitab “Jangan takut”. Tuhan tahu, bahwa kita semua bisa takut, tapi Dia selalu menjaga, jadi jangan takut. Saya belajar untuk tidak takut dan kuatir akan apa yang terjadi. Sebagaimana Dia memimpin bangsa israel keluar dari tanah perbudakan beribu tahun yang lalu, demikian pula Dia bisa dan mau memimpin Anda dan saya saat ini. Hanya dengan belajar tunduk dan berserah pada pimpinan-Nya, kita bisa memastikan diri dapat yang terbaik.

4 Responses to “Ah…”


  1. Gravatar Icon 1 Ay Ling Nov 24th, 2006 at 0:10 WIB

    puisi yg bagus…btw, itu u yg ngarang tah???

  2. Gravatar Icon 2 Andi Yuliarto Nov 24th, 2006 at 6:52 WIB

    Iya lah, hehe. Kalo bukan aku pasti aku sebut nama pengarangnya.

  3. Gravatar Icon 3 Fanny Nov 24th, 2006 at 11:33 WIB

    Setelah sudah post lebih dari 100 artikel, baru kali ini Andi post puisi karangannya sendiri. Boleh lebih sering lagi tuh ;)

  4. Gravatar Icon 4 Andi Yuliarto Nov 24th, 2006 at 17:07 WIB

    Boleh juga, tapi aku tulis puisi kalo lagi mood aja kok ;) Tenang aja kalo ada yang bagus dan cocok untuk ditampilkan di sini pasti aku tampilkan.

Leave a Reply




Subscribe to this blog



Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Calendar

November 2006
S M T W T F S
« Oct   Dec »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Badges


Add to Technorati Favorites Firefox 2
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Display Pagerank
Peaceful Indonesia 10 Tahun Tragedi Mei 1998