Setelah beberapa waktu lalu saya menulis tentang hujan, akhirnya dua hari yang lalu saya kehujanan
Disatu sisi, hujan begitu menyenangkan, namun pada sisi yang lain hujan tidak menyenangkan, apa yang salah?
Permasalahannya pada kita sebagai manusia sendiri. Contohnya saya sendiri. Beberapa waktu yang lalu saya benar-benar merindukan hujan karena suhu udara di sekitar saya (Surabaya) panas sekali, yang pada siang hari bisa mencapai 36-37 derajat celcius. Namun begitu hujan turun pada sore hari, yang semestinya membuat udara menjadi dingin, malah tidah saya sukai karena itu jam saya pulang dari tempat saya bekerja dan waktu itu saya naik sepeda motor. Kehujanan deh. Meskipun sesampainya dirumah, saya mandi dan tidur, saya merasakan sejuknya suasana hujan.
Lalu bagaimana dong? Apa solusinya? Menurut saya solusinya cuma satu yaitu bersyukur pada Tuhan setiap waktu, apapun yang terjadi, karena Tuhan pasti turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Tuhan (Roma 8:28). Jadi apapun yang terjadi, saya memutuskan untuk mengucap syukur pada Tuhan, karena Tuhanlah yang mengatur semuanya untuk mendatangkan kebaikan bagi saya. Bagaimana dengan Anda?






0 Responses to “Akhirnya Kehujanan”