Pernah tahu sebuah iklan tentang kecap di siaran televisi Indonesia? Di iklan tersebut digambarkan seorang anak menantu dan ibu mertua yang sedang memasak sebuah menu makanan. Pada saat memasak, Ibu mertua itu selalu memberikan masukan cabenya yang banyak, sayurnya diiris tipis-tipis, dan sebagainya, yang intinya berbeda dengan cara memasak yang anak menantu itu lakukan. Namun anak menantu itu bisa berkompromi. Namun pada saat ibu mertua menyuruh untuk menggunakan kecap yang ada di lemari, anak menantu tidak mau karena sudah bawa kecap sendiri yang lebih enak dan tidak bisa dikompromi. AKhirnya rasanya enak. Pernah tahu kan?
Nah setelah melihat iklan ini, saya menghubungkannya dengan kehidupan rohani kita. Beberapa kali kita berkompromi dengan sekeliling kita agar bisa diterima padahal yang kita kompromikan adalah prinsip kebenaran firman. Ada yang menipu besar pajak yang harus dibayarkan karena atasan memaksa kita melakukannya, ada yang berbohong untuk menghindari permasalahan, ada juga yang menurunkan standar hidup kekristenan agar bisa lebih diterima dan dipandang oleh lingkungan disekitar kita, dan masih banyak lagi deh bentuk kompromi.
Hei!!! Jangan lupa, bahwa hidup kita sekarang ini merupakan hasil dari keputusan-keputusan kita dimasa lalu, dan kehidupan kita dimasa yang akan datang akan sangat dipengaruhi oleh keputusan-keputusan kita saat ini. Saat kita mengambil keputusan untuk berkompromi saat ini, kita juga akan menjalani berbagai resiko berkompromi dimasa yang akan datang. Jadi putuskan untuk tidak berkompromi terhadap standar firman Tuhan saat ini, jika kita tidak mau menghadapi resiko-resiko dimasa yang akan datang.






0 Responses to “Kompromi? No way!!!”