Kepribadian digabungkan dalam perkawinan dan “Anda hanya bisa mencapai identitas baru Anda setelah Anda bergabung dengan orang lain … Cinta adalah curahan satu kepribadian dalam persahabatan dengan kepribadian lainnya.”
Oswald Chambers
Archive for March, 2007
Membaca artikel persahabatan “Tuhan Sahabatku” membuat kita menyadari bahwa sebenarnya Tuhan menyebut kita sebagai sahabatNya. Tetapi saat kita membaca artikel persahabatan “Sahabat Baik” membuat kita merenung, jikalau Tuhan sudah menjadi sahabat kita, apakah kita sudah menjadi seorang sahabat yang baik bagi Tuhan kita? Apakah kita benar-benar mengasihi Tuhan sahabat kita ataukah hanya formalitas belaka? Sudahkah kita menyediakan sebagian waktu kita untuk berkomunikasi dengan Tuhan sebagaimana layaknya seorang sahabat berkomunikasi? Dan sudahkah memperlakukan Tuhan Yesus sebagaimana kita memperlakukan seorang sahabat yang baik?
Mungkin atau tidak mungkin nih?
Ada pendapat umum yang mencoba menjawab pertanyaan ini. Pendapat ini mengemukakan bahwa kita hanyalah manusia biasa dan Tuhan itu yang Maha Kuasa, yang lebih tinggi dari segalanya, tidak seharusnya kita bermimpi bahwa Tuhan akan menjadi sahabat kita.
Pendapat tersebut merupakan pendapat umum. Tetapi apakah kata Firman Tuhan mengenai hal ini:
- Abraham dan keturunannya termasuk kita adalah sahabat Allah (2 Tawarikh 20:7)
- Yesus sendiri menyebut kita sebagai sahabatNya loh (Yohanes 15:14-15)
Jadi kesimpulannya, kita memang manusia, ciptaan Tuhan kita. Tapi hanya karena anugerahNya yang begitu besar kita beroleh keselamatan, bahkan Yesuspun menyebut kita sebagai sahabatNya.
Alangkah senangnya apabila kita mendapatkan sahabat yang baik. Tentunya saat itu kita merasa bahwa kita adalah orang yang sangat beruntung. Tapi pernahkah kita merenungkan, apakah kita sudah menjadi sahabat bagi sahabat kita?
Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.
Amsal 17:17
Aku orang berdosa. Tetapi Yesus mengampuni aku dari dosa-dosaku. Seharusnya aku yang menanggung cambuk dan pukulan karena dosaku, tapi Yesus menggantikanku. Seharusnya aku diludahi dan dihina karena dosaku, tapi Yesus juga menggantikanku. Bahkan yang seharusnya aku mati karena dosaku, Yesus pula lah yang mau mati menggantikanku supaya aku tetap hidup.
Tidak adil. Sangat tidak adil. Allah yang Maha Kuasa mau turun ke dunia, jadi manusia, dan menanggung semua dosa ciptaanNya. Siapa aku yang mendapatkan anugerah yang begitu besar dari Penciptaku. Aku bersyukur karena Dia begitu baik buatku. Terimakasih Yesus.







Comments
SondraLee, Andi Yuliarto, Adi, Jiewa
yanti jully, sevian,., danu, benny wijaya, Paul, nurjaini, amierjalu, dara, ruth, killerjo.net [...]
anita, ardianz, amir, ekky
Charlotte29, aLe, Ria
afzah, DELTA, Kirra, loanzo, Pratiwi, enrico venturina, enrico venturina, fiah, RAD, prima [...]
ronald, Andi Yuliarto, Elny, Andi Yuliarto, Diane, Andi Yuliarto, JiE