Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
Penciptaan dimulai dengan terang. Dari sejak diciptakan sampai sekarang terang itu ada. Sebagai anak kecil, sering kali kita mempelajari dengan cepat bahwa terang itu spesial. Saat kita kecil kita sering berkata pada ibu kita, “Jangan matikan lampu… Aku takut gelap”. Intuisi kita sejak kecil tahu bahwa dalam terang ada rasa aman, dan dalam keadaan tidak ada terang atau dalam kegelapan, ada sesuatu yang menakutkan.
Firman Allah berkata bahwa kita adalah terang dunia. Sudah seharusnya kita punya sifat-sifat terang, yaitu memberikan rasa aman. Pertanyaannya, apakah kita sudah benar-benar menjadi terang dunia?






Comments
wisnu saputra, fidel, Ms . Cuttie, sriyono, a, Farida malau, Aziz, Irfan Colus, Melda, IZA [...]
siberat009, Mr.Chan, Andi Yuliarto, kesehatan anak, kesehatan anak, Andi Yuliarto, Andi Yuliarto, eko o, alvian, Andi Yuliarto [...]
masri, Fanny
andi, Gerry, Ino, Andi Yuliarto, Joe
Edison, Mares, Andi Yuliarto, Jack, Andi Yuliarto, Fanny
DELTA, Kirra, loanzo, Pratiwi, enrico venturina, enrico venturina, fiah, RAD, prima, Ali [...]