Sebuah konflik bisa terjadi dalam persahabatan. Konflik ini bisa terjadi karena banyak hal. Namun bagaimana menyikapi hal ini.
Firman Tuhan dalam Yohanes 1:14 bercerita bahwa Yesus penuh kasih (grace) dan penuh kebenaran (truth). Saya membayangkan bagaimana Yesus bisa menjadi sahabat orang-orang dalam pelayanan-Nya. Satu waktu Yesus menegur orang yang melakukan dosa atau kesalahan. Pasti waktu itu Yesus mengatakan suatu kebenaran yang pahit mengenai dosa atau kesalahan seseorang, tetapi Yesus melakukannya dalam kasih. Ia tidak membenci pendosa itu, tapi menegurnya supaya orang tersebut bertobat dan menjadi lebih baik.
Begitu pula dengan persahabatan. Dalam sebuah persahabatan boleh-boleh saja terdapat pembicaraan keras mengenai topik yang berat. Tetapi jangan sampai hal itu menyebabkan kepahitan. Karena persahabatan yang dicontohkan Yesus memiliki kasih dan kebenaran. Kebenaran berarti sahabat akan selalu berusaha jujur apapun yang terjadi. Dan kasih berarti sahabat akan selalu mengasihi sahabatnya apapun yang terjadi.






Wew Welcome back :p
Persahabatan…??? I always trust there is a gray area :p
Hehehehhe ngerti kan maksud nee mut.
Grey area? Apakah maksudmu itu bagian dimana seseorang tidak dapat percaya? Menurutku tingkat kepercayaan seseorang terhadap teman atau sahabatnya memang bermacam-macam. Ada yang sedikit percaya, tetapi ada juga yang sangat percaya. Dan menurutku sebuah persahabatan yang didalamnya kita bisa saling mempercayai sepenuhnya, bisa membuka rahasia seenaknya, memberikan nasihat yang tepat, siap membantu, bertualang dengan berani, menanggapi segalanya dengan sabar, membela dengan berani, dan tetap menjadi sahabat apapun yang terjadi, adalah persahabatan sejati. Nah inilah sebuah tingkat persahabatan yang sangat sulit didapatkan. Mendapatkan seorang sahabat sejati adalah salah satu kebahagiaan terbesar dalam hidup. Namun untuk menjadi seorang sahabat sejati adalah salah satu perbuatan yang paling mulia dan paling sulit.