Archive for August, 2007

Unbreakable Friendship

Tali tiga lembar tak mudah diputuskan
Pengkhotbah 4:12b

Menurut saya, sebuah persahabatan sejati itu kuat seperti tali tiga lembar yang diilustrasikan oleh kitab Pengkhotbah 4:12b. Mengapa tali tiga lembar? Bukannya persahabatan itu merupakan hubungan antara dua orang? Sebenarnya tiga disini menunjukkan hubungan persahabatan yang kuat saat ada pihak ketiga dalam hubungan tersebut. Pihak ketiga itu adalah Tuhan yang menjadi dasar dalam persahabatan tersebut. Selama persahabatan itu dibangun dengan Tuhan sebagai dasarnya, maka persahabatan tersebut akan kuat. Jadi jika Anda sedang membangun persahabatan, bangunlah persahabatan Anda dengan Tuhan sebagai dasar dalam persahabatan itu, maka niscaya persahabatan Anda akan kuat.

Artikel ini saya tulis ulang dari tulisan saya sendiri di blog From Simple Things dengan judul yang sama.

Menjembatani Harapan Dan Kenyataan

Seringkali kita menjadi terlalu ambisius dalam bermimpi. Seakan mimpi dan cita-cita kita itu tinggi sekali. Salahkah apabila seseorang bermimpi yang besar? Menurut saya tidak salah, hal itu boleh-boleh saja.

Namun saat seseorang memiliki mimpi dan cita-cita, terkadang tidak diimbangi dengan perencanaan dan tindakan untuk dapat mencapai cita-cita tersebut. Misalnya ada seorang pengusaha, ia mengharapkan sebuah peningkatan pendapatan usahanya pada tahun yang akan datang. Namun ia tidak melakukan peningkatan dalam usahanya, hanya berharap dan berharap tanpa melakukan sesuatu. Yah.. kalau keadaannya begitu, hampir mustahil usahanya mengalami peningkatan pendapatan.

Untuk mencapai suatu cita-cita, kita harus melakukan tindakan dan perencanaan yang baik. Berikut ini tips yang saya punya untuk mencapai suatu cita-cita:

1. Buat perencanaan
Perencanaan yang dibuat bisa berupa rancangan umum atau bisa juga sampai detailnya. Misalnya untuk seorang karyawan IT pada satu perusahaan, bercita-cita ingin menjadi kepala bagian IT. Perencanaannya secara umum bisa berupa kenaikan jabatan yang bertahap, mulai dari helpdesk, programmer, project manager, supervisor, lalu kepala bagian. Setiap bagian dari perencanaan ini bisa dianggap sebagai milestone.

2. Lakukan yang terbaik
Setelah kita tahu kita punya rencana, kita bisa melakukan pekerjaan kita dengan baik karena kita tahu kemana arah tujuan kita. Pada bagian ini, ayo mengusahakan cita-cita kita sebaik-baiknya, baik itu pekerjaan kita, studi, atau mungkin rumah tangga kita. Jangan takut gagal. Lakukan yang terbaik, bahkan lebih baik dari yang orang lain harapkan dari kita. Dengan memberikan yang lebih baik daripada yang diharapkan, kita jadi memiliki nilai lebih untuk segera naik jabatan, atau mengalami peningkatan.

3. Jangan pernah menyerah
Ini juga salah satu kunci utama dalam mencapai cita-cita. Jangan pernah menyera. Walau misalnya kita sudah berusaha lakukan yang terbaik, namun kita tak kunjung mendapat peningkatan, tetap jangan menyerah, lakukan lagi, lakukan lebih baik lagi. Mungkin besok atau lusa kita mendapatkan peningkatan itu. Namun jika kita menyerah, maka semua usaha yang sudah kita lakukan selama ini akan jadi sia-sia. Jadi jangan pernah menyerah.

Menang Atas Pencobaan

Oscar Wilde, seorang penulis dari Irish, pernah membuat satu pernyataan, “I can withstand anything except temptation” yang artinya “saya bisa menanggung apapun kecuali pencobaan”. Sejak jaman Adam sampai saat ini permasalahan utama yang kita hadapi adalah temptation, yang dalam bahasa Yunani-nya adalah “peirasmos“, yang mana kadang diterjemahkan sebagai “trials” dan kadang “temptations“. Bedanya kira-kira seperti ini, trial atau ujian adalah situasi yang saat kita menang dapat membuat kita bertumbuh sedangkan temptation atau godaan digunakan oleh iblis untuk membuat kita jatuh dalam dosa. Memang sulit membedakannya, tapi kita bisa menghadapinya.

Ada beberapa tips untuk menang atas pencobaan:

1. Be Realistic
Hadapi kenyataan bahwa semua orang bisa dicobai. Tidak ada orang yang selalu aman dari pencobaan selama hidupnya. Namun yakinlah setiap kita bisa menghadapi pencobaan itu, karena pencobaan itu tidak melebihi kekuatan kita. (1 Korintus 10:13)

2. Be Responsible
Ada pencobaan bukan berarti kita pasti jatuh dalam dosa, tetapi menyerah pada pencobaan adalah dosa. Ambil tanggung jawab kita masing-masing, jangan menyalahkan Tuhan atau orang lain saat kita tergoda, karena Tuhan tidak pernah mencobai kita (Yakobus 1:13), dan kita tergoda karena keinginan daging kita (Yakobus 1:14).

3. Be Ready
Persiapkan dirimu!! Pencobaan bisa datang sewaktu-waktu. Untuk itu kenakan selalu selengkap senjata Allah supaya kamu dapat bertahan (Efesus 6:11). Bersiaplah dan berjaga-jagalah supaya kamu tidak jatuh dalam pencobaan (Mat 26:41).

4. Be Refocused
Saat pencobaan datang dan mulai masuk kedalam pikiran kita, cara melawannya adalah dengan mengalihkan pikiran kita. Jangan terus melihat, mendengar ataupun memperhatikan sesuatu yang mencobai kita. Pindahkan pandanganmu, tutup telingamu, ganti pikiranmu. Salah satu yang terbaik adalah memikirkan Firman Tuhan, yang benar, yang mulia, yang adil, yang suci, yang manis, yang sedap didengar, yang disebut kebajikan dan layak dipuji (Filipi 4:8).

Jadi mari kita bersiap diri agar kita bisa menang atas pencobaan saat pencobaan itu datang.

Kekuatan Untuk Melakukan

Pernahkan Anda ingin dan bisa melakukan sesuatu, tetapi karena terhalang suatu hal, maka Anda tidak bisa melakukannya? Kalau saya pernah beberapa kali. Sering kali saya merasa sebal saat ada hal-hal yang tidak saya perhatikan ternyata menghalangi saya untuk melakukan sesuatu. Hal-hal tersebut saya kelompokkan menjadi 2 hal, yaitu kesehatan jasmani dan kesehatan rohani.

Kesehatan jasmani, sering kali kita kaitkan dengan kesehatan tubuh kita. Iya, memang benar, kesehatan tubuh kita mendukung kita untuk melakukan aktifitas-aktifitas. Banyak hal yang hanya bisa kita lakukan saat tubuh kita sehat. Satu kali saya pernah diajak jalan-jalan dan makan dengan keluarga, tapi saat itu saya sedang mengantuk sekali karena malam sebelumnya saya kurang tidur. Saat itu makanan yang enak sekalipun terasa tidak enak menurutku. Mubazir rasanya.

Kesehatan rohani, dalam hal ini saya suka dengan kaitannya pada hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Seperti halnya dengan kesehatan tubuh, hubungan pribadi kita dengan Tuhan merupakan satu hal yang berpengaruh terhadap aktifitas-aktifitas kita. Saat kita punya hubungan pribadi yang baik dengan Tuhan, kita bisa melakukan setiap hal dalam kehidupan kita dengan lebih baik karena Tuhan yang menjaga kita, Tuhan yang memampukan kita, Tuhan yang memberikan damai sejahtera yang melimpah supaya kita bisa melakukan yang maksimal dari kehidupan kita, karena kita tahu pasti bahwa setiap hal dalam kehidupan kita sudah kita serahkan supaya terjadi menurut kehendak Tuhan yang sempurna bagi kita. Asyik bukan?

Nah, menurut saya kesehatan tubuh dan hubungan pribadi dengan Tuhan ini saling mendukung kita dalam kehidupan kita sehari-hari. Saat kita menjaga kedua hal ini, kita bisa yakin bahwa kita punya kekuatan untuk melakukan aktifitas kita dengan sebaik-baiknya. Jadi mari kita jaga kesehatan tubuh kita dan hubungan kita dengan Tuhan Yesus yang selalu mempunyai rancangan damai sejahtera bagi setiap kita :)

Kekuatan Pria

Kekuatan seorang pria diuji melalui ketahanan terhadap tekanan, kejujuran pernikahan, persahabatan, dan karakter.
Dikutip dari buku Maximize Manhood

Kutipan diatas menunjukkan bahwa kekuatan seorang pria sesungguhnya tidak diuji melalui kekuatan tangan dan fisiknya. Justru kekuatan seorang pria diuji melalui beberapa point yang ditulis dalam kutipan diatas.


Subscribe to this blog



Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Calendar

August 2007
S M T W T F S
« Jul   Sep »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Badges


Add to Technorati Favorites Firefox 2
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Display Pagerank
Peaceful Indonesia 10 Tahun Tragedi Mei 1998