Setiap pasangan pasti ingin tampil sempurna pada hari pernikahannya. Salah satunya adalah tampil menggunakan gaun pengantin yang cantik dan anggun.
Ada banyak pilihan gaun pengantin yang tersedia di bridal-bridal. Model gaun yang bermacam-macam melengkapi pilihan gaun yang ada. Warnanya pun bervariasi, dari yang berwarna putih, ivory, kuning, merah, dan masih banyak lagi. Banyaknya pilihan gaun pengantin ini diharapkan bisa memenuhi selera setiap calon pengantin.
Dari semua pilihan gaun pengantin yang ada, saya cenderung suka dengan gaun pengantin yg berwarna putih bersih. Mengapa putih? Karena warna putih melambangkan kemurnian hati dalam pernikahan. Selain itu, saya memilih putih karena putih itu cantik, anggun, bersih, dan manis. Singkatnya karena saya suka putih






So, bagaimana dengan baju pengantin yang bukan putih, misalnya merah atau kebaya yang sarungx berwarna coklat? apakah itu berarti tidak murni? thanks
@ira
Sebenarnya model dan warna gaun pengantin itu dipengaruhi oleh tradisi tertentu dan masing-masing tradisi punya makna tersendiri dalam model dan warna yang dipergunakan. Beberapa tradisi tersebut adalah sebagai berikut:
Sebut saja tradisi jawa biasanya mempergunakan model kebaya yang warnanya ada bermacam-macam dari putih, sampai warna-warna tua seperti coklat tua. Modelnya pun ada mulai dari kebaya tradisional sampai yang modern.
Tradisi cina misalnya. Gaun pengantin cina umumnya memakai warna merah karena warna merah dalam tradisi cina punya makna kebahagian. Semakin merah warnanya semakin menunjukkan kesempurnaan kebahagiaan. Gaun pengantin cina juga biasa menggunakan penutup wajah untuk mempelai wanita yang akan dibuka oleh mempelai pria didalam kamar pengantin.
Berbeda lagi dengan tradisi barat. Tradisi ini dulunya mempergunakan gaun pengantin berwarna putih dengan rok yang panjang hingga menutup lantai. Sekarang ini mereka banyak yang memakai gaun dengan rok pendek. Tradisi ini juga menggunakan penutup wajah mempelai wanita. Bedanya dengan tradisi cina, penutup wajah ini akan dibuka oleh mempelai pria pada saat pemberkatan nikah. Tradisi barat inilah yang cukup banyak mempengaruhi tradisi-tradisi lainnya.