“Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit“
Sebuah peribahasa diatas memang bagus sekali apabila diterapkan dalam hal-hal positif seperti menabung, bekerja, dll. Kita dapat melakukan hal yang kecil perlahan-lahan, dan lama kelamaan hal yang kita lakukan secara gradual ini akan menjadi besar. Tabungan kita jadi banyak karena uang-uang kecil kita kumpulkan terus-menerus.
Namun peribahasa diatas juga cocok apabila dihubungkan dengan kemarahan seseorang. Jika seseorang marah dan kemarahan itu ditahan dengan kesabaran, untuk sementara waktu kemarahan itu seperti sudah tiada, padahal kemarahannya sedang dormant (tidur). Jika kemarahan itu ditambah lagi, kemarahan yang ditahan menjadi semakin besar. Sama seperti uang yang ditabung sedikit-sedikit, lama-lama menjadi banyak, kemarahan yang ditahan dan ditumpuk terus-menerus lama kelamaan juga menjadi besar dan suatu saat jika sudah tidak mampu menahan kemarahan lagi, kemarahan tersebut bisa meledak dan jadilah murka yang mengerikan.
Nah yang saya beri tekanan disini adalah efek yang terjadi waktu ada kemarahan yang ditahan-tahan:
- Ada kebencian terhadap orang yang menurut kita salah terhadap kita.
- Emosi yang berlebihan bisa menyebabkan pusing. Kemudian efek jangka panjangnya bisa menyebabkan kulit wajah keriput karena keseringan cemberut menahan marah.
- Tidak ada damai. Bagaimana seseorang yang cemberut karena menahan marah bisa merasa damai?
- Kesehatan menurun. Orang yang tidak merasa damai, metabolisme dalam tubuhnya juga akan mengalami gangguan sehingga kesehatan seseorang bisa terganggu.
Lalu bagaimana cara untuk mengatasi hal tersebut?
- Marah tidak perlu ditahan. Pertama-tama yang harus kita lakukan adalah mengampuni dan memaafkan orang yang sudah membuat kita marah. Malah, jika perlu kita bisa berdoa memberkati orang tersebut.
- Lalu jika kita merasa perlu untuk berbicara orang tersebut, kita bisa berbicara baik-baik dengan orang tersebut. Tidak perlu disertai emosi yang menyala-nyala. Lebih baik katakan saja baik-baik, sehingga orang yang kita ajak bicara juga bisa menerima baik-baik. Percaya deh, kemarahan tidak akan membawa kebaikan.
Mudah bukan? Jadi janganlah memendam kemarahan. Maafkanlah orang-orang yang bersalah pada kita. Pasti hidup kita akan lebih bahagia ![]()






yah terkadang terasa berat sekali untuk mengampuni dosa orang lain terhadap kita, namun begitupun sebaliknya, dengan mudahnya kita berbuat kesalahan kepada orang lain.
kadang-kadang meluap tak lihat tempat
@LieZMaya
Yah, tapi kita perlu belajar mengampuni orang, itu demi kebaikan kita sendiri. Dalam setiap agama pasti diajarkan untuk mengampuni. Dalam agama Kristen sendiri juga ada. Didalam Doa Bapa Kami disebutkan “ampunilah orang yang bersalah kepada kami”, artinya kita sendiri juga harus berusaha mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Itu demi kebaikan kita juga loh.
@pudakonline
Hahaha…., makanya sebelum meluap, bereskan dulu satu per satu.
ya c…..memaafkan tu prlu..tpi klu kslhannya udah klewat btas gmn??aplgi klu udah menghina…bhkan hbatnya tu orang tak prnah mrasa drinya slah….aplgi klu q mrah jga slah cZ dy tak mrasa driny slah…………….tyus gmn donk????