<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.1.2" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Bom Waktu Kemarahan</title>
	<link>http://blog.yuliarto.com/2008/06/bom-waktu-kemarahan/</link>
	<description>Menyongsong hari dengan iman, pengharapan, dan kasih</description>
	<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 18:01:06 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.1.2</generator>

	<item>
		<title>By: LieZMaya</title>
		<link>http://blog.yuliarto.com/2008/06/bom-waktu-kemarahan/#comment-3478</link>
		<author>LieZMaya</author>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 06:29:18 +0000</pubDate>
		<guid>http://blog.yuliarto.com/2008/06/bom-waktu-kemarahan/#comment-3478</guid>
					<description>yah terkadang terasa berat sekali untuk mengampuni dosa orang lain terhadap kita, namun begitupun sebaliknya, dengan mudahnya kita berbuat kesalahan kepada orang lain.  :lol:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yah terkadang terasa berat sekali untuk mengampuni dosa orang lain terhadap kita, namun begitupun sebaliknya, dengan mudahnya kita berbuat kesalahan kepada orang lain.  <img src='http://blog.yuliarto.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: pudakonline</title>
		<link>http://blog.yuliarto.com/2008/06/bom-waktu-kemarahan/#comment-3482</link>
		<author>pudakonline</author>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 15:22:38 +0000</pubDate>
		<guid>http://blog.yuliarto.com/2008/06/bom-waktu-kemarahan/#comment-3482</guid>
					<description>kadang-kadang meluap tak lihat tempat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kadang-kadang meluap tak lihat tempat</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: Andi Yuliarto</title>
		<link>http://blog.yuliarto.com/2008/06/bom-waktu-kemarahan/#comment-3484</link>
		<author>Andi Yuliarto</author>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 00:44:38 +0000</pubDate>
		<guid>http://blog.yuliarto.com/2008/06/bom-waktu-kemarahan/#comment-3484</guid>
					<description>@LieZMaya
Yah, tapi kita perlu belajar mengampuni orang, itu demi kebaikan kita sendiri. Dalam setiap agama pasti diajarkan untuk mengampuni. Dalam agama Kristen sendiri juga ada. Didalam Doa Bapa Kami disebutkan "ampunilah orang yang bersalah kepada kami", artinya kita sendiri juga harus berusaha mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Itu demi kebaikan kita juga loh. 

@pudakonline
Hahaha...., makanya sebelum meluap, bereskan dulu satu per satu. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@LieZMaya<br />
Yah, tapi kita perlu belajar mengampuni orang, itu demi kebaikan kita sendiri. Dalam setiap agama pasti diajarkan untuk mengampuni. Dalam agama Kristen sendiri juga ada. Didalam Doa Bapa Kami disebutkan &#8220;ampunilah orang yang bersalah kepada kami&#8221;, artinya kita sendiri juga harus berusaha mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Itu demi kebaikan kita juga loh. </p>
<p>@pudakonline<br />
Hahaha&#8230;., makanya sebelum meluap, bereskan dulu satu per satu. <img src='http://blog.yuliarto.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: ally_a</title>
		<link>http://blog.yuliarto.com/2008/06/bom-waktu-kemarahan/#comment-4111</link>
		<author>ally_a</author>
		<pubDate>Thu, 02 Oct 2008 12:28:34 +0000</pubDate>
		<guid>http://blog.yuliarto.com/2008/06/bom-waktu-kemarahan/#comment-4111</guid>
					<description>ya c.....memaafkan tu prlu..tpi klu kslhannya udah klewat btas gmn??aplgi klu udah menghina...bhkan hbatnya tu orang tak prnah mrasa drinya slah....aplgi klu q mrah jga slah cZ dy tak mrasa driny slah................tyus gmn donk????</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya c&#8230;..memaafkan tu prlu..tpi klu kslhannya udah klewat btas gmn??aplgi klu udah menghina&#8230;bhkan hbatnya tu orang tak prnah mrasa drinya slah&#8230;.aplgi klu q mrah jga slah cZ dy tak mrasa driny slah&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.tyus gmn donk????</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: jebeng</title>
		<link>http://blog.yuliarto.com/2008/06/bom-waktu-kemarahan/#comment-4259</link>
		<author>jebeng</author>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 04:39:49 +0000</pubDate>
		<guid>http://blog.yuliarto.com/2008/06/bom-waktu-kemarahan/#comment-4259</guid>
					<description>marah tidak perlu ditahan, terus justru mengampuni kesalahan??? sangat aneh, maksudnya kita ngomel2 dulu, atau pukul orang tersebut, lalu kita salami?? 

ajak bicara orang tersebut tanpa emosi yang meledak2? tambah aneh bila dipikir dengan konteks yang pertama tadi

kesimpulannya, anda tidak menawarkan solusi apapun.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>marah tidak perlu ditahan, terus justru mengampuni kesalahan??? sangat aneh, maksudnya kita ngomel2 dulu, atau pukul orang tersebut, lalu kita salami?? </p>
<p>ajak bicara orang tersebut tanpa emosi yang meledak2? tambah aneh bila dipikir dengan konteks yang pertama tadi</p>
<p>kesimpulannya, anda tidak menawarkan solusi apapun.</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
