Aduh, Kok Uang Palsu :(

Duh sedihnya saya dapat uang palsu. Seharian sudah bekerja keras di toko, mengumpulkan sedikit demi sedikit untuk sesuap nasi, bukannya keuntungan yang didapat, malahan uang palsu. Sampai pingin nangis protes rasanya.

Yah biar pengalaman saya ini tidak menimpa kita, ini saya bagikan cara mendeteksi uang palsu yang diajarkan pegawai salah satu bank swasta.

1. Pakai cara 3D yang sudah disosialisasikan di berbagai media.

  • DIRABA.
    Bahan kertas yang dipergunakan sebagai uang itu tebal dan kasar, tidak mudah rusak dan robek. Juga punya garis-garis halus seperti garis sidik jari dipermukaan uang. Gosokkan saja ujung jari atau kuku untuk merasakan garis-garis itu.
  • DILIHAT PITA PELINDUNGNYA
    Uang asli punya sebuah pita kecil yang
    diletakkan melintang didalam kertas uang. Pada pita ini terdapat
    tulisan kecil yang berbeda-beda untuk setiap pecahan mata uangnya.
  • DITERAWANG WATERMARKNYA
    Pada salah satu bagian uang kertas, apabila
    kita terawang pada sinar lampu atau matahari akan muncul gambar
    watermark. Gambar ini juga berbeda-beda untuk setiap pecahan mata uang.

2. Nah ternyata pakai cara 3D yang sudah disosialisasikan itu saja tidak cukup. Kata pegawai bank tersebut, kita juga perlu mempergunakan alat detektor uang yang mempergunakan sinar ultra ungu. Caranya uang kertas tersebut diletakkan dibawah sinar tersebut dan lihat warna/tulisan apa yang keluar disana.

  • Ada tulisan nominal mata uang muncul disalah satu sisi uang kertas tersebut. Tulisan tersebut berwarna flour, bukan dari gambar watermark ataupun dari gambar asli dikertas uang tersebut.
  • Uang kertas yang diletakkan dibawah sinar tersebut tidak akan menyala
    putih seperti kertas HVS atau kertas fotocopy. Yang perlu hati-hati
    disini adalah uang asli yang rusak terkena sesuatu bisa saja menyala
    warna putih. Jika ragu-ragu, jangan terima uang tersebut.
  • Pada nomor seri uang kertas tersebut, apabila diletakkan dibawah alat
    detektor ini, warnanya akan berubah menjadi warna flour juga. Jika
    nomor seri uang tersebut tidak berubah warna pada alat detektor ini,
    sebaiknya anda curiga karena besar kemungkinan uang tersebut palsu.

3. Selain itu pelajari juga ciri-ciri khas masing-masing pecahan uang kertas. Misalnya yang sangat penting, uang pecahan 5.000 dan yang lebih besar daripada itu sekarang pencetakan nomor seri uangnya mempergunakan huruf yang makin lama makin besar ukurannya.

Nah semoga informasi ini dapat membantu kita semua untuk lebih berhati-hati dalam memeriksa uang. Dan jika teman-teman tahu cara lain untuk memeriksa uang tolong bisa berbagi disini.

0 Responses to “Aduh, Kok Uang Palsu :(”


  1. No Comments

Leave a Reply




Subscribe to this blog



Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Calendar

February 2009
S M T W T F S
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Badges


Add to Technorati Favorites Firefox 2
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Display Pagerank
Peaceful Indonesia 10 Tahun Tragedi Mei 1998