Archive for the 'Gaya Hidup' Category

5 Cara Melakukan Sesuatu Yang Baru

  1. Memikirkan manfaatnya
    Memikirkan manfaat yang dicapai jika kita melakukan sesuatu yang baru bisa memberikan motivasi untuk melakukan perubahan.
  2. Sediakan waktu
    Sengaja jadwalkan waktu-waktu tertentu untuk melaksanakan kebiasaan yang baru tersebut supaya jangan nanti kita sendiri beralasan “tidak punya waktu
  3. Memaksa diri
    Saat waktunya untuk melakukan tiba, paksa diri kita. Biasanya pertama kali dan awal-awal melakukannya itu susah sekali. Itu karena kita memang belum terbiasa melakukan hal tersebut. Tapi lakukan saja sampai kita benar-benar terbiasa, maka hal tersebut tidak akan menjadi sesuatu yang berat lagi.
  4. Berikan penghargaan diri
    Saat kita berhasil melakukannya, kasih sesuatu yang menyenangkan buat diri kita sebagai semacam imbalan atau hadiah. Misalnya saja, “jika aku berhasil menyelesaikan skripsi ini, aku mau makan kenyang di mall“.
  5. Motivasi orang lain untuk melakukan hal yang sama
    Ajak orang lain. Lakukan sama-sama. Pasti lebih mengasikkan dan tentu menambah motivasi. Misalnya saja, ayo sama-sama bikin dan tulis blog, karena aku ingin baca tulisan dan ide-idemu.

Aksi Persikmania

Kemarin sore ada pertandingan sepak bola antara Persik Kediri melawan Persiwa Wamena di stadion Brawijaya, Kediri. Saya tidak tahu pasti bagaimana hasil pertandingan kemarin, tetapi beberapa orang yang saya temui mengatakan bahwa kemarin sore pertandingan dimenangkan oleh Persik Kediri, tim sepakbola dari tempat kelahiranku. Bangga loh.

Kemarin juga, saya berpapasan dengan konvoi para supporter waktu saya dalam perjalanan ke kota Kediri untuk urusan keluarga. Mereka ada ratusan orang, mungkin ribuan. Berkonvoi menggunakan banyak sepeda motor menggunakan seluruh badan jalan sehingga saya harus menepi sampai deretan-deretan konvoi habis. Eh ternyata saya lihat ada beberapa supporter yang membawa bendera dan kain atau apapun yang diputar-putar sambil dipukul-pukulkan ke mobil-mobil yang menepi. Salah satu yang kena itu mobil saya. Untung cuma kena kain. Tapi mobil pamanku spionnya kena pukul helm, kacanya pecah. Begitu juga dengan mobil pamanku yang lain, mobilnya dihadang paksa, diminta untuk menggantarkan para supporter yang tidak dapat kendaraan pulang.

Saya kecewa terhadap sikap para supporter bola yang tidak dewasa seperti ini. Seharusnya sebagai supporter, mereka melakukan sesuatu yang dapat mendukung mental dan semangat tim pemainnya. Menurut saya tindakan “show of force” dengan pengerusakan itu bukan dukungan untuk tim, tapi tekanan mental karena biasanya tim sepak bola yang disalahkan terlebih dahulu karena tidak mampu mengatur supporternya.

Jadi ayo, konco-konco arek kediri, konco Persikmania, ayo kita mulai belajar jadi supporter teladan. Kita dukung tim kita, dan kita dukung iklim sepak bola Indonesia terutama di kota Kediri menjadi iklim yang aman dan menyenangkan.

Lebih Dari Yang Dibutuhkan

Sore kemarin saya bersama istri pergi ke sebuah supermarket didekat rumah untuk membeli sesuatu. Sebelum berangkat, saya memperkirakan harga barang yang kami cari dan mempersiapkan sejumlah uang yang “pas dan lebih sedikit” dari harga perkiraan, kemudian kami berangkat. Sesampainya disana kami menemukan harga barang yang kami cari lebih murah dari perkiraan awal. Lalu kamipun berkeliling melihat-lihat barang-barang yang lain. Ternyata ada beberapa barang lainnya yang juga kami butuhkan, penting sih tapi tidak urgent. Kami masukkan ke keranjang belanjaan. Tak lama kemudian, saya curiga uang yang saya bawa tidak cukup dan ternyata benar-benar tidak cukup. Ooops!!! Saya hitung lagi dan saya kembalikan barang-barang yang tidak perlu dibeli langsung.

Ternyata dalam kehidupan sehari-hari kita juga bisa terjadi hal seperti yang saya alami. Kita bisa saja salah memperkirakan sesuatu, dan tidak siap menghadapi perubahan. Akan tetapi hal tersebut dapat kita minimalisasi dengan cara mempersiapkan diri lebih jauh dan lebih banyak dari yang dibutuhkan.

Misalnya ada seorang kuli angkut yang bisa mengemudikan mobil. Dia sehari-hari bekerja pada seorang pedagang beras untuk menaikkan karung-karung beras keatas truk untuk kemudian dibawa ke pasar. Pada suatu hari sopir dari majikannya tidak masuk. Karena dia bisa mengemudikan mobil, dia menawarkan diri pada majikannya untuk menggantikan sopir tersebut mengemudikan truk dari gudang ke pasar. Majikannya mengijinkannya. Majikannya senang usahanya bisa jalan lancar. Pada suatu hari, majikannya ingin mengembangkan usahanya dengan menambah sebuah truk dan tentunya seorang sopir lagi. Majikannya mengangkatnya menjadi sopir karena ingat kuli angkutnya bisa dipercaya mengemudikan mobil. Dengan demikian posisi kuli tersebut naik menjadi seorang sopir karena dia mempersiapkan sebuah kemampuan yang lebih besar daripada kemampuan seorang kuli angkut biasa.

Jadi ayo kita mempersiapkan diri kita lebih daripada yang kita perlukan sekarang supaya kita bisa berkembang dan bisa menghadapi resiko-resiko yang sewaktu-waktu bisa kita hadapi.

Saat Ketakutan Datang

Ingatlah selalu:

  • Perintah untuk jangan takut disebutkan 300++ kali didalam Alkitab.
  • Tuhan sudah memastikan kita sebenarnya mampu menghadapi setiap pencobaan yang kita alami (1 Korintus 10:13)

Jadi, jangan takut dan percaya kamu bisa melewati setiap permasalahan. Tetap semangat yah :)

4 Cara Mengobati Kebosanan

Melakukan sesuatu secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama sering kali menimbulkan kebosanan. Padahal rasa bosan bisa menyebabkan seseorang malas dan bahkan berhenti melakukan sesuatu. Ini jelas berbahaya apabila kebosanan menyerang sisi-sisi penting dalam kehidupan kita seperti pekerjaan dan hubungan. Jangan sampai gara-gara kebosanan, kita tidak bekerja. Atau juga gara-gara kebosanan, hubungan jadi merenggang.

Berikut ini saya berikan beberapa tips yang bisa mengobati kebosanan:

1. Lakukan berbeda
Melakukan sesuatu secara monoton, sering kali menyebabkan kebosanan. Untuk itu lakukan dengan cara-cara yang berbeda. Siapa tahu dengan cara yang berbeda, selain bisa mengatasi kebosanan, justru kita bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.

2. Berikan apresiasi
Saat kita melakukan sesuatu, cobalah untuk membuat celebrasi untuk apa yang kita lakukan. Celebrasi tersebut bisa berupa hal yang kita senangi sebagai hadiah dari apa yang sudah kita lakukan. Misalnya saat kita sudah bekerja selama seminggu penuh, kita berikan satu kali untuk makan diluar untuk menu yang kita sukai untuk memperingati seminggu kita sudah bekerja dengan baik sekali.

3. Ingat visi dan tujuan kita
Setiap yang kita kerjakan, yang mempunyai visi dan tujuan yang jelas, pasti bisa kita lakukan sebaik-baiknya. Hal itu karena visi dan tujuan memberikan semangat. Oleh sebab itu, jika kita mulai bosan, coba ingat visi dan tujuan kita yang bisa kita raih dari apa yang kita lakukan. Setelah itu pasti kita akan punya tambahan semangat untuk berjuang lagi.

4. Ingat pencapaian kita
Pencapaian-pencapaian tertentu dalam pekerjaan dan hubungan, kalau diingat kembali bisa memberikan semangat untuk melakukan sesuatu, plus membangkitkan keinginan untuk mendapatkan pencapaian-pencapaian lain.


Subscribe to this blog



Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Calendar

March 2010
S M T W T F S
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Badges


Add to Technorati Favorites Firefox 2
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Display Pagerank
Peaceful Indonesia 10 Tahun Tragedi Mei 1998