Published June 24th, 2007
in Religious and Kepemimpinan.
Salah satu kebutuhan seorang pemimpin yang dinamis adalah selalu belajar dan salah satu metode belajar yang bisa dipakai adalah mendengarkan berbagai sumber dan mencatatnya.
Mendengarkan khotbah di gereja juga merupakan salah satu metode untuk belajar. Namun seringkali banyak orang yang hanya ingat isi khotbah selama ada di gereja. Sesaat setelah mereka meninggalkan gedung gereja, merekapun lupa terhadap isi khotbah tadi. Padahal dalam khotbah tersebut banyak hal-hal positif yang membangun loh. Jadi untuk bisa mengingatnya dan mempelajarinya, alangkah baiknya apabila kita catat isi khotbah selama di gereja. Gambar yang saya sertakan dalam post ini merupakan hasil pencatatan khotbah di gereja tadi pagi. 
Published April 30th, 2007
in Kepemimpinan.
Saya tidak tau kunci keberhasilan, tetapi kunci kegagalan adalah mencoba untuk menyenangkan hati setiap orang.
Bill Cosby
Salah satu kelemahan pemimpin jaman sekarang adalah keharusan untuk melakukan penelitian. Ini terjadi dalam bidang politik dan juga digereja. Seorang pemimpin harus menjadi seorang yang menyenangkan hati Allah dan bukan menyenangkan hati manusia. Jika kebutuhan kita akan dukungan manusia melebihi kebutuhan kita akan dukungan Allah, maka kita berada dalam kesulitan. Kadang-kadang kepemimpinan harus melakukan sesuatu yang tidak disukai.
Diambil dari seri buku kepemimpinan, karangan John C. Maxwell
Published March 22nd, 2007
in Entrepreneurship and Kepemimpinan.
Ketika ada seseorang yang sedang mengalami konflik dengan kita, hubungannya dengan kita menjadi buruk. Kita jadi bete setiap kali berbicara dengannya. Kita jadi punya kecenderungan untuk menghindari melihat wajahnya atau mendengar suaranya
Keadaan seperti ini kadang juga bisa terjadi antara kita dengan orang-orang yang dekat dengan kita. Bisa jadi dengan rekan kerja, teman, atau siapapun juga. Terkadang kita membutuhkan komunikasi dengan mereka disaat seperti ini, kita mempergunakan surat, memo, atau email, hanya dengan alasan kita tidak mau ketemu langsung atau dengar suaranya yang bikin bete. Tapi hal seperti ini bisa membuat hubungan semakin buruk.
Sebuah buku berjudul Simply Strategic Stuff, memberikan tips untuk mengatasi permasalahan seperti in, “when you are in any type of relational conflict with the individual. Talk with him or her in person so that you can see the eyes, watch the body language, and sense the person’s spirit“. (halaman 178-179).
Tips yang bagus bukan. Bisa kita terapkan dalam kepemimpinan ditempat kerja ataupun dalam kehidupan keseharian kita. 
Published March 9th, 2007
in Entrepreneurship and Kepemimpinan.
Dalam buku berjudul Made To Stick: Why Some Ideas Survive and Others Die, Chip Heath dan Dan Heath mengemukakan pemikiran mereka mengenai mengapa suatu ide bisa berhasil sedangkan ide-ide lain gagal. Ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, kepemimpinan, ataupun dalam usaha. Secara singkat, ide mereka adalah sebagai berikut:
Prinsip 1: Simplicity
Interesting isn’t it. Simple and yet profound
Bagaimana seorang pemimpin menyampaikan visi dan misinya kepada orang lain. Mungkin kepada anak 8 tahun? Pastilah harus simple.
Prinsip 2: Unexpectedness
Interesting again. Tak terduga tapi menimbulkan ketertarikan. Be creative.
Prinsip 3: Concreteness
Topik yang dibawakan tidak ambigu, jelas dan to the point sehingga pendengar mengerti.
Prinsip 4: Credibility
Ide-ide dan pemikiran kreatif juga perlu bukti untuk membuatnya menjadi konkrit (ide prinsip ke 3). Bisa dengan mempraktekkannya sendiri atau dengan cara lain untuk membentuk kredibilitas.
Prinsip 5: Emotions
Hmmm… saya agak kurang setuju dengan prinsip ini. Bagi saya membagikan visi tidaklah sama dengan memanipulasi orang lain dengan emosi.
Prinsip 6: Stories
Seni bercerita bisa sangat bermanfaat untuk menyampaikan ide. Bisa cerita-cerita tentang visi, hidup yang diubahkan, kisah sukses, ataupun kisah-kisah lainnya. Cerita bisa membantu penyampaian ide dengan cara yang bermakna.
Published March 6th, 2007
in Kepemimpinan.
Paul Paterson dalam sebuah artikel diblog-nya mengetengahkan 5 alasan utama penyebab kegagalan seorang pemimpin. Berikut ini saya berikan rangkuman singkat kelima alasan tersebut.
1. They disconnect from the people they are leading
Kenyataannya banyak pemimpin yang terlalu terpaku pada “serba-serbi kepemimpinan”, dan mereka melupakan bahwa kepemimpinan sesungguhnya adalah tentang orang yang dipimpin.
2. They become proud and refuse to be questioned
Pemimpin terkadang memiliki ego yang tinggi saat mereka berada dipuncak, memimpin orang-orang. Menghindar dari pertanyaan.
3. They are not authentic
Seorang pemimpin bukanlah menjadi orang lain, tapi menjadi diri sendir dengan memaksimalkan kekuatannya dan menutup kelemahannya.
4. They are authentic
Seorang pemimpin yang terlalu menjadi dirinya sendiri dan tidak mau menerima pendapat orang lain juga tidak baik.
5. They do too much
Pemimpin seharusnya mendelegasikan tugas, bukan mengerjakan semuanya sendirian meskipun dirinya mampu.
Masih ingin tau ulasan lengkap mengenai ide dari Paul Paterson ini, terutama untuk point ke 3 dan 4? Baca langsung artikelnya di sini.
Comments
Aziz, Irfan Colus, Melda, IZA, veri, jack_dHien, jack_dHien, dindin, dindin, haf1zh [...]
ally_a, Andi Yuliarto, pudakonline, LieZMaya
ally_a, ally_a, theo, ria, Anthony Harman, Andi Yuliarto, Philips Kokoh Prasetyo, Jiewa
loanzo, Pratiwi, enrico venturina, enrico venturina, fiah, RAD, prima, Ali, egiyantina, Andi Yuliarto [...]
Sonny Sitanggang, Andi Yuliarto, SONNY SITANGGANG
Hok, Andi Yuliarto, gaabw